Tulungagung, 08 Juli 2025 - Bertempat di Ruang Rapat kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tulungagung, diselenggarakan kegiatan “Laporan Akhir Strategi Integrasi Geosite Tulungagung Untuk Mendukung Pengembangan Kawasan Berkelanjutan”.
Kegiatan tersebut dibuka Plt. Kepala BRIDA Kab. Tulungagung, Bapak Dr. Slamet Sunarto, S.E., M.Si, dan sambutan dari Kepala Bidang Sosial, Kependudukan, Ekonomi, dan Pembangunan Ibu Reni Sri Hapsari, S.Pd., MM., serta dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Bapak Mochamad Ardi Setyawan, M.Pd., selaku Ketua Tim Kajian Geosite, Bapak Dr. (C) Abdillah Baraas, ST., MT., selaku Tenaga Ahli Kajian Geosite dan Bapak I Kadek Yudiana, S.Pd., M.Pd., selaku dosen UNTAG Banyuwangi.
Kegiatan ini dihadiri oleh 26 (dua puluh enam) peserta dari Kesatuan Pengelolan Hutan (KPH) Perum Perhutani Blitar, BAPPEDA, PUPR, DISBUDPAR, DPMPTSP, Kecamatan Campurdarat, Kecamatan Tanggunggunung, Kecamatan Pucanglaban, Kecamatan Kalidawir, Tim Pengelola Geopark, serta dari beberapa desa dan pokdarwis di Kabupaten Tulungagung.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji peluang dan strategi untuk mengintegrasikan geosite ke dalam perencanaan pembangunan daerah, serta merumuskan tahapan implementasi yang jelas dan terukur untuk mengintegrasikan geosite dalam konsep geopark. Adapun beberapa prioritas geosite yang akan dilakukan pengamatan dan penelitian antara lain :
1) Lapisan Berfosil Pantai Sanggar dan Pantai Ngalur;
2) Goa Berfosil Tenggar, Telaga Buret;
3) Komplek Goa Geoarkeologi Wajak;
4) Gunung Api Purba Budeg;
5) Teras Pantai Pantai Kedung Tumpang, dan
6) Ketidakselarasan Winong Puncak Jowin'.
Dengan adanya Kajian ini diharapkan bisa mendukung pengembangan kawasan berkelanjutan dan dapat memberikan gambaran awal tentang strategi pengembangan Kawasan geosite untuk mendukung penetapan Geopark Kabupaten Tulungagung serta dapat digunakan sebagai dasar perencanaan maupun kebijakan pengembangan Geopark di Kabupaten Tulungagung.