Jum’at, 22 Agustus 2025, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan "Kajian Identifikasi Data Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan atau Prevalence of Undernourishment (PoU)”. Kajian ini merupakan bagian integral dari upaya nasional untuk mencapai ketahanan pangan dan mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang "Zero Hunger". PoU merupakan indikator kunci yang digunakan FAO (Food and Agriculture Organization) untuk mengukur tingkat kelaparan di suatu negara. Indikator ini menunjukkan persentase populasi yang asupan pangannya tidak mencukupi kebutuhan energi minimum untuk hidup aktif dan sehat.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Sosial, Kependudukan, Ekonomi, dan Pembangunan Ibu Reni Sri Hapsari, S.Pd., MM., dan sambutan Ketua tim peneliti Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang Ibu Dr. nat. techn. Elok Waziiroh, S.TP., M.Si. Pemaparan materi dilakukan oleh Ibu Fuadiyah Nila Kurniasari, S.Gz, MPH dan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dimoderatori oleh Peneliti BRIDA Ahmad Ibnu Riza, S.I.K., M.T. dan di lanjutkan oleh Peneliti BRIDA Annisa Nurul Hakim, M.T,.
Maksud dari kajian Identifikasi Data Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Atau Prevalence Of Undernourishment (PoU) di Kabupaten Tulungagung adalah memberikan gambaran yang jelas tentang situasi gizi di masyarakat, tetapi juga membantu dalam perencanaan intervensi program yang tepat sasaran, serta mendukung kebijakan yang fokus pada peningkatan gizi dalam suatu wilayah di Kabupaten Tulungagung.
Melalui laporan pendahuluan ini, diharapkan muncul kesadaran bersama bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, hingga pelaku usaha.
Dengan data yang lebih jelas, Tulungagung bisa melangkah lebih pasti menuju masa depan di mana tidak ada lagi warganya yang mengalami kekurangan pangan.